Kamis, 14 Februari 2019

90

Alkisah, di sebuah kampung di daerah Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya yang bernama Mbok Srini. Sejak ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun silam, ia hidup sebatang kara, karena tidak mempunyai anak. Ia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak untuk mengisi kesepiannya. Namun, harapan itu telah pupus, karena suaminya telah meninggal dunia. Ia hanya menunggu keajaiban untuk bisa mendapatkan seorang anak. Ia sangat berharap keajaiban itu akan terjadi padanya. Untuk meraih harapan itu, siang malam ia selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi anak.
Pada suatu malam, harapan itu datang melalui mimpinya. Dalam mimpinya, ia didatangi oleh sesosok makhluk raksasa yang menyuruhnya pergi ke hutan tempat biasanya ia mencari kayu bakar untuk mengambil sebuah bungkusan di bawah sebuah pohon besar. Saat terbangun di pagi hari, Mbok Srini hampir tidak percaya dengan mimpinya semalam.
“Mungkinkah keajaiban itu benar-benar akan terjadi padaku?” tanyanya dalam hati dengan ragu.
Namun, perempuan paruh baya itu berusaha menepis keraguan hatinya. Dengan penuh harapan, ia bergegas menuju ke tempat yang ditunjuk oleh raksasa itu. Setibanya di hutan, ia segera mencari bungkusan itu di bawah pohon besar. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan bungkusan yang dikiranya berisi seorang bayi, tapi ternyata hanyalah sebutir biji timun. Hatinya pun kembali bertanya-tanya.
“Apa maksud raksasa itu memberiku sebutir biji timun?” gumam janda itu dengan bingung.
Di tengah kebingungannya, tanpa ia sadari tiba-tiba sesosok makhluk raksasa berdiri di belakangnya sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ha… ha… ha…!” demikian suara tawa raksasa itu.
Mbok Srini pun tersentak kaget seraya membalikkan badannya. Betapa terkejutnya ia karena raksasa itulah yang hadir dalam mimpinya. Ia pun menjadi ketakutan.
“Ampun, Tuan Raksasa! Jangan memakanku! Aku masih ingin hidup,” pinta Mbok Srini dengan muka pucat.
“Jangan takut, hai perempuan tua! Aku tidak akan memakanmu. Bukankah kamu menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu.
“Be… benar, Tuan Raksasa!” jawab Mbok Srini dengan gugup.
“Kalau begitu, segera tanam biji timun itu! Kelak kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat! Kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Anak itu akan kujadikan santapanku,” ujar raksasa itu.
Karena begitu besar keinginannya untuk memiliki anak, tanpa sadar Mbok Srini menjawab, “Baiklah, Raksasa! Aku bersedia menyerahkan anak itu kepadamu.”
Begitu Mbok Srini selesai menyatakan kesediaannya, raksasa itu pun menghilang. Perempuan itu segera menanam biji timun itu di ladangnya. Dengan penuh harapan, setiap hari ia merawat tanaman itu dengan baik. Dua bulan kemudian, tanaman itu pun mulai berbuah. Namun anehnya, tanaman timun itu hanya berbuah satu. Semakin hari buah timun semakin besar melebihi buah timun pada umumnya. Warnanya pun sangat berbeda, yaitu berwarna kuning keemasan. Ketika buah timun masak, Mbok Srini memetiknya, lalu membawanya pulang ke gubuknya dengan susah payah, karena berat. Betapa terkejutnya ia setelah membelah buah timun itu. Ia mendapati seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Saat akan menggendongnya, bayi itu tiba-tiba menangis.
“Ngoa… ngoa… ngoa… !!!” demikian suara bayi itu.
Alangkah bahagianya hati Mbok Srini mendengar suara tangisan bayi yang sudah lama dirindukannya itu. Ia pun memberi nama bayi itu Timun Mas.
“Cup… cup… cup..!!! Jangan menangis anakku sayang… Timun Mas!” hibur Mbok Srini.
Perempuan paruh baya itu tak mampu lagi menyembuyikan kebahagiaannya. Tak terasa, air matanya menetes membasahi kedua pipinya yang sudah mulai keriput. Perasaan bahagia itu membuatnya lupa kepada janjinya bahwa dia akan menyerahkan bayi itu kepada raksasa itu suatu saat kelak. Ia merawat dan mendidik Timun Mas dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Janda tua itu sangat bangga, karena selaing cantik, putrinya juga memiliki kecerdasan yang luar biasa dan perangai yang baik. Oleh karena itu, ia sangat sayang kepadanya.
Suatu malam, Mbok Srini kembali bermimpi didatangi oleh raksasa itu dan berpesan kepadanya bahwa seminggu lagi ia akan datang menjemput Timun Mas. Sejak itu, ia selalu duduk termenung seorang diri. Hatinya sedih, karena ia akan berpisah dengan anak yang sangat disayanginya itu. Ia baru menyadari bahwa raksasa itu ternyata jahat, karena Timun Mas akan dijadikan santapannya.
Melihat ibunya sering duduk termenung, Timun Mas pun bertanya-tanya dalam hati. Suatu sore, Timun Emas memberanikan diri untuk menanyakan kegundahan hati ibunya.
“Bu, mengapa akhir-akhir ini Ibu selalu tampak sedih?” tanya Timun Mas.
Sebenarnya Mbok Srini tidak ingin menceritakan penyebab kegundahan hatinya, karena dia tidak ingin anak semata wayangnya itu ikut bersedih. Namun, karena terus didesak, akhirnya ia pun menceritakan perihal asal-usul Timun Mas yang selama ini ia rahasiakan.
“Maafkan Ibu, Anakku! Selama ini Ibu merahasiakan sesuatu kepadamu,” kata Mbok Srini dengan wajah sedih.
“Rahasia apa, Bu?” tanya Timun Mas penasaran.
“Ketahuilah, Timun Mas! Sebenarnya, kamu bukanlah anak kandung Ibu yang lahir dari rahim Ibu.”
Belum selesai ibunya bicara, Timun Mas tiba-tiba menyela.
“Apa maksud, Ibu?” tanya Timun Mas.
Mbok Srini pun menceritakan semua rahasia tersebut hingga mimpinya semalam bahwa sesosok raksasa akan datang menjemput anaknya itu untuk dijadikan santapan. Mendengar cerita itu, Timun Mas tersentak kaget seolah-olah tidak percaya.
“Timun tidak mau ikut bersama raksasa itu. Timun sangat sayang kepada Ibu yang telah mendidik dan membesarkan Timun,” kata Timun Mas.
Mendengar perkataan Timun Mas, Mbok Srini kembali termenung. Ia bingung mencari cara agar anaknya selamat dari santapan raksasa itu. Sampai pada hari yang telah dijanjikan oleh raksasa itu, Mbok Srini belum juga menemukan jalan keluar. Hatinya pun mulai cemas. Dalam kecemasannya, tiba-tiba ia menemukan sebuah akal. Ia menyuruh Timun Mas berpura-pura sakit. Dengan begitu, tentu raksasa itu tidak akan mau menyantapnya. Saat matahari mulai senja, raksasa itu pun mendatangi gubuk Mbok Srini.
“Hai, Perempuan Tua! Mana anak itu? Aku akan membawanya sekarang,” pinta raksasa itu.
“Maaf, Tuan Raksasa! Anak itu sedang sakit keras. Jika kamu menyantapnya sekarang, tentu dagingnya tidak enak. Bagaimana kalau tiga hari lagi kamu datang kemari? Saya akan menyembuhkan penyakitnya terlebih dahulu,” bujuk Mbok Srini mengulur-ulur waktu hingga ia menemukan cara agar Timur Mas bisa selamat.
“Baiklah, kalau begitu! Tapi, kamu harus berjanji akan menyerahkan anak itu kepadaku,” kata raksasa itu.
Setelah Mbok Srini menyatakan berjanji, raksasa itu pun menghilang. Mbok Srini kembali bingung mencari cara lain. Setelah berpikir keras, akhirnya ia menemukan cara yang menurutnya dapat menyelamatkan anaknya dari santapan raksasa itu. Ia akan meminta bantuan kepada seorang pertapa yang tinggal di sebuah gunung.
“Anakku! Besok pagi-pagi sekali Ibu akan pergi ke gunung untuk menemui seorang pertapa. Dia adalah teman almarhum suami Ibu. Barangkali dia bisa membantu kita untuk menghentikan niat jahat raksasa itu,” ungkap Mbok Srini.
“Benar, Bu! Kita harus membinasakan raksasa itu. Timun tidak mau menjadi santapannya,” imbuh Timun Mas.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, berangkatlah Mbok Srini ke gunung itu. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyampaikan maksud kedatangannya.
“Maaf, Tuan Pertapa! Maksud kedatangan saya kemari ingin meminta bantuan kepada Tuan,” kata Mbok Srini.
“Apa yang bisa kubantu, Mbok Srini?” tanya pertapa itu.
Mbok Srini pun menceritakan masalah yang sedang dihadapi anaknya. Mendengar cerita Mbok Srini, pertapa itu pun bersedia membantu.
“Baiklah, kamu tunggu di sini sebentar!” seru pertapa itu seraya berjalan masuk ke dalam ruang rahasianya.
Tak berapa lama, pertapa itu kembali sambil membawa empat buah bungkusan kecil, lalu menyerahkannya kepada Mbok Srini.
“Berikanlah bungkusan ini kepada anakmu. Keempat bungkusan ini masing-masing berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Jika raksasa itu mengejarnya, suruh sebarkan isi bungkusan ini!” jelas pertapa itu.
Setelah mendapat penjelasan itu, Mbok Srini pulang membawa keempat bungkusan tersebut. Setiba di gubuknya, Mbok Srini menyerahkan keempat bungkusan itu dan menjelaskan tujuannya kepada Timun Mas. Kini, hati Mbok Srini mulai agak tenang, karena anaknya sudah mempunyai senjata untuk melawan raksasa itu.
Dua hari kemudian, Raksasa itu pun datang untuk menagih janjinya kepada Mbok Srini. Ia sudah tidak sabar lagi ingin membawa dan menyantap daging Timun Mas.
“Hai, perempuan tua! Kali ini kamu harus menepati janjimu. Jika tidak, kamu juga akan kujadikan santapanku!” ancam raksasa itu.
Mbok Srini tidak gentar lagi menghadapi ancaman itu. Dengan tenang, ia memanggil Timun Mas agar keluar dari dalam gubuk. Tak berapa lama, Timun Emas pun keluar lalu berdiri di samping ibunya.
“Jangan takut, Anakku! Jika raksasa itu akan menangkapmu, segera lari dan ikuti petunjuk yang telah kusamapaikan kepadamu,” Mbok Srini membisik Timun Mas.
“Baik, Bu!” jawab Timun Mas.
Melihat Timun Mas yang benar-benar sudah dewasa, rakasasa itu semakin tidak sabar ingin segera menyantapnya. Ketika ia hendak menangkapnya, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya. Raksasa itu pun mengejarnya. Tak ayal lagi, terjadilah kejar-kerajaan antara makhluk raksasa itu dengan Timun Mas. Setelah berlari jauh, Timun Mas mulai kecapaian, sementara raksasa itu semakin mendekat. Akhirnya, ia pun mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu.
Pertama-tama Timun Mas menebar biji timun yang diberikan oleh ibunya. Sungguh ajaib, hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun. Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit seluruh tubuh raksasa itu. Namun, raksasa itu mampu melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas.
Timun Emas pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Dalam sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerumbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing. Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas, walaupun kakinya berdarah-darah karena tertusuk bambu tersebut.
Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah. Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa satu. Jika senjata tersebut tidak berhasil melumpuhkan raksasa itu, maka tamatlah riwayatnya. Dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Alhasil, raksasa itu pun tercebur ke dalamnya dan tewas seketika. Maka selamatlah Timun Emas dari kejaran dan santapan raksasa itu.
Dengan sekuat tenaga, Timun Emas berjalan menuju ke gubuknya untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat, Mbok Srini pun langsung berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sejak itu, Mbok Srini dan Timun Mas hidup berbahagia.
* * *
Demikian dongeng Timun Mas dari daerah Jawa Tengah, Indonesia. Cerita di atas memberikan pelajaran bahwa orang yang selalu berniat jahat terhadap orang lain seperti raksasa itu, pada akhirnya akan celaka. Selain itu, cerita di atas juga mengandung pelajaran bahwa dengan usaha dan kerja keras segala rintangan dan cobaan dalam hidup ini dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh Mbok Srini dan Timun Mas. Berkat usaha dan kerja kerasnya, mereka dapat memangsa. 
Share:

Selasa, 12 Februari 2019

89

Jadi hari ini gua males bat pkl bukan hari ini aja si kemaren kemaren pokoknya apapun itu gua uda males pkl. Gua muak sama semuanya pengen cepet cepet sekul astaga, apalagi nulis blog ini cuma gegara gua lagi gabut aje ni nunggu syuting kalo gua uda di kos auto tidur aje mendingan. Yah buat siapapun yg liat blog gua yg ga penting ini bodoamat mau marah tersinggung ato apa yang jelas gua uda ga peduli lagi, bukan deng yah gua memanfaatkan ini aja buat gua ngungkapin unek unek manjahh gua selama ini. Yah maklum lah gua uda lama uda membusuk pkl disini tu, i think manusia aja si kalo gua ada di titik yang bener bener udah malessss bat.

Jadi gua bakal ceritain apa apa yg gua lakuin dari td pagi. Gua bangun kesiangan uda jam set 8 yah emang gegara ngantuk mau gimana lagi dong ga bisa maksa namanya juga malesss. Terus temen gua uda berangkat tu betiga emang rajin ato apa ga ngurus gua. Intinya jam segitu gua masi tidur sampe jam 9 trs mandi kan ya sama ketiga temen gua lainya ya mandinya gabareng juga pokoknya jam segitu kita baru mandi. Uda siap siap si sebenernya usa pake seragam tapi lagi lagi ttp ae males mana ada praktek apa sama dosen gatau dah jadi berhub w masih ngantuk bat lanjut tidur lagi deh. Jadilah kita betiga pklnya dari jam 1 siang wkwkwkkwkw ngakak cuy, seenak jidat yah. Ya bodo anjir yang penting pkl dah kelar kan.

Gua pasti tau buat para mentor or human human yg baca blog gua pasti tau. Sorry ya buat pak kuin yang terhormat yah tp gimana lagi pak, saya pen buat samting yang keluar jalur. Idup saya selama pkl flat flat aja pak. Pokoknya kalo bapak baca ini ya gapapa kalo jd gimana mana ke saya yang jelas detik ini saya serasa pen terbang aja balik ke rmh di ponorogo bikos saya sama temen saya tuh ada problem gitu lo pak jd tambah buat saya ga betah disini.

Sebelum kita betiga berangkat jam 1 kita tu makan dulu di olive lapee lah dari pagi belom makan ya kali coi. Trs abis tu baru deh ke akakom. Pas disana kita juga auto ke pt wabi ngademmm wkwkwkwkkwk. Terus skrng ni gua lg syuting film gitu dan parah si males bat, ya uda si dikit aja males males bat anjerrrr. Gpp ya semuanya kalo ini word nya kaga nyampe 500 bodo ah kebanyakan peraturan si. Oke sekian semuanya. Tq
Share:

Jumat, 08 Februari 2019

88

Seperti biasa hari ini kami bangun jam 07.00 setelah itu kami langsung mandi dan bersiap siap untuk melaksanakan PKL di STMIK AKAKOM. Hari ini pagi pagi sudah hujan dan rencana kami untuk jalan sehat pun ditunda untuk hari ini karena cuaca yang sedang hujan. Kami berangkat pukul 08.00 karena kami molor saat bersiap-siap, akhirnya kami pun berangkat pukul 08.00. Sesampainya di AKAKOM kami langsung menuju ke kelas. Dan sesampainya di kelas kami langsung duduk dan berkumoul dengan teman - teman kami yang lain. Setelah itu teman kami di chat oleh pak Kuindra, bahwa ia disuruh ngasih tahu kami semua, anak anak PKL kalau jam 08.45 kami disuruh untuk ke ruang Presentasi, karena agenda kami hari ini adalah menonton film.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 08.45 kamipun langsung menuju ke ruang presentasi seperti yang pak Kuindra suruh. Sesampainya di laboratorium STMIK AKAKOM kami menunggu agak lama karena pintu ruang presentasi masih dikunci dan kami harus menunggu pak satpamnya datang dan membukakan pintu ruang presentasu. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya satpam pun darang dan langsung membukakan pintu ruang presentasi. Kemudian kamipun langsung masuk ke ruang presentasi dan langsung mencari tempat duduk untuk memulai menonton film. Setelah itu pak Kuindra masuk ke ruang presentasi, sebelum memulai menonton film kami dan teman teman dimarahi dulu ileh pak Kuindra karena ada beberapa anak yang semalam belum mengerti cara daftar di Form Film pertama yang kami tonton hari ini adalah Sarimin, sebuah hiburan teater Jogja yang dimana setiap penampilannya selalu menyelipkan unsur politik di setiap penampilannya.
Tepat pukul 11.30 film Sarimin selesai kami tonton. Kami juga sudah masuk waktu istirahat. Setelah itu kami pun keluar dan langsung membeli makan di Olive. Haru ini teman kami ada yang ulang tahun dan kami pun ditraktir oleh ia. Setelah selesi makan kami langsung pulang ke kos kami dan langsung istirahat. Tidur.

Setelah itu waktu menunjukkan pukul 12.50, kamipun bersiap siap untuk berangjat lagi ke AKAKOM untuk melaksanakan PKL, siang ini kami hanya berdua karena dua teman kami yang lain tidak enak badan sehingga hanya dapat masuk setengah hari. Setelah itu kami berangkat ke AKAKOM. Namun sebelum berangkat, saya mengabtar teman saya terlebih dahulu ke swalayan untuk membeli snack dan masker. Kemudian setelah selesai membeli kami langsung berangkat ke AKAKOM lewat pintu belakang. Setelah itu kamipun langsung masuk dan mengikuti melihat film tersebut.

Film kedua kami yaitu ber genre horor yang berjudul The Nun. Sambil memakan snack yang kami beli tadi, kami sangat menikmati hari ini karena hari ini adalah hari yang sangat bebas untuk kami, hari untuk merefresh otak kami. Tak terasa waktupun menunjukkan pukul 15.37, kami ditanya oleh kak Mahfuz mau di kelas apa disini (ruang presentasi). Kemudian kami memilih untuk ke ruang presentasi saja. Kemudian kami disuruh untuk mengisi blig kami hari ini. Waktu menunjukkan pukul 15.00 kamipun diperbolehkan untuk pulang tapi kalau masih ada yang ingun di ruang presentasi, kata kak Mahfuz tidak apa apa sampai jam 15.30. Sayapun pulang, karena 3 teman saya yang lain ada keperluan sehingga kami tidak bisa pulang bareng. Setelah itu saya pulang dengan anak Pacitan, dan sesampainya di kos saya langsung melanjutkan membuat blog saya lagi. Sekian
Share:

Jumat, 01 Februari 2019

84


Pada saat itu disebuah hutan dekat permukiman ekor hewan bernama kancil, dia adalah ekor hewan yang cerdik, pintar dan cerdas, namun karena cuaca sangat hangat, angin berhembus sepoi-sepoi dan alunan ranting dan dedaunan membuat kancil menjadi ngantuk dan tertidur formula . pada beberapa saat kemudian ada suara hewan yang sibuk berlari-larian dan ber teriak-bangun membangun kancil.

"Ayo cepat lari .... selamatkan dirimu ada bencana datang ... !!!!" suara hewan lain berteriak-teriak, si kancilpun kaget, kancil mendengar suara itu semakin lama semakin dekat kearah kancil dan kemudian kancil melihat se ekor kambing dan bertanya kancil pada si kambing "hae kambing ... ada apa kamu bisa lari-larian seperti itu? " jawab kambing "ada kebakaran hutan ... ayo cepat lari mencari tempat yang aman". 

Kancil pun berfikir panjang terus berjalan dengan kencang dan mendahului rombongan hewan yang ber lari lebih dulu. Setelah berlari dengan kencang, perasaan kancil tidak enak dan berhenti sejenak lalu berkata "Lho ... dimana hewan-hewan yang lain .. ??" ternyata kancil sudah berjalan sangat jauh dan terjauh dari musibah dan sampai pada suatu daerah yang tidak dikenal oleh kancil "wah ... aku sekarang ada di daerah mana ya ... aku kok gak kenal daerah ini ..." dengan wajah lesu dan nafas ter engah-engah akhirnya kancil diselesaikan. setelah hilang rasa capeknya, kancil berjalan-jalan untuk melihat lalu lintas di sekitar daerah yang baru mengenalnya itu.

Tak lama kemudian terdengar "krucuk ... krucuk ... krucuk ..." dan kancil pun berhenti dan diputar dengan teliti, ternyata suara itu berasal dari perut sikancil. si kancil bingung "ow .. ternyata itu suara dari perutku, wah .. aku harus nyari makan nih ..." si kancil pun berusaha mencari makan, dan akhirnya si kancil tiba di pinggir hutan.

Di pinggir hutan itu, mata kancil, melotot sambil berkata dalam hati, "wow ... !!!!!" sebenarnya kancil melihat tanaman dengan tanama sayur mayur yang hijau dan segar. Segera kancil masuk kesebuah ladang itu, semakin mendekat kancil melihat ada tanaman kesukaanya yaitu mentimun, "Wah .. pucuk di cinta ulam pun tiba .." tanya kancil dalam hati. Dengan muka lesu dan perut keroncongan kancil pun segera mengambil makanan kesukaanya, "Hah .... Enak .... !!!" kata kancil sambil mengelus perutnya yang kenyang.

Setelah kenyang si kancil mencari tempat yang aman untuk berteduh, karena siang itu cerah dan angin sedikit meningkat spoi-sepoi akhirnya kancil tertidur dengan di iringi daun yang bergoyang.

Tak lama kemudian ada pak tani pemilik ladang sayur dan ladang mentimun itu datang lalu lihat sebagian dari ladangnya rusak "wah ... kok kok rusak begini .. siapa yang mengerjakan seperti ini? Pasti ini ada hewan yang memperburuk tanamanku" Rusak sambil bergunam "awas ya ... akan ku basmi siapa yang merusak tanamanku .." 

Sementara itu kancil terbangun dari istirahatnya, dari tempat itukancil melihar ada orang manusia yang berwajah garang besar "Wuih ... siapa itu? Orang kok klihatannya kejam buanget ... wow .. takut ... !!!" kancil terus saja menunggu pak tani dan menunggu pak tani pergi "kok lama ya ... pak tani kok gak pergi-pergi ... aku sudah ketagian ingin makan buah menyenangkanku .." 

Dan .... hari mulai sakit dan pak tani meninggalkan ladangnya. sesampai dirumah pak tani membuat boneka yang dibuat dari gambut yang dibuat manusia untuk pasangan di tengah ladangnya.

sementara pak tani pergi ladangnya kancil mendatangi ladang dengan wajah yang cukup gembira karena makanan kesukaannya siap siap lagi. "Kriuk .. kriuk .. kriuk .." suara kancil, ketimun, setelah kenyang, kancil, meninggalkan ladang dan mencari tempat untuk memulihkan dimalam hari.

Dan ... sampai pada dini hari Pak tani datang ke ladang membawa boneka yang dibuatyna tadi sore, pak tani membaca bonekanya tepat di tengah ladang itu dan di sekitar boneka itu ada jebakan kurungan untuk hewan yang bisa menyembuhkan tanamannya. Setelah terpasang bonekanya pak tani pulang dan ber rest dirumah. 

Pagi pun sudah datang, matari yang merah sudah terlihat, suara burung-burung berkicau dan hewan lain mulai bergemruh dibangunkan si kancil dari mimpi yang indah diladang mentimun "Huam ... sudah sudah pagi ... !!! olah raga dulu ah .. biar segar, biar lemas otot-ototku ". Seperti biasa kancil suka berolah raga setelah tidur dan melemaskan otot yang kaku agar lebih segar lagi. Setelah beberapa saat kemudian berjalan berjalan, menunggu lapar .. dan kembali lagi ke ladang pak tani untuk mencari makan.

Setelah hapir sampai kancil berhenti sebentar lalu tercengung .... !!! "Siapa itu? Itu bukan pak tani yang kemarin .. ah .. tunggu dulu sampai tidak ada orang .." akhirnya si kancil menunggu untuk mendapatkan sarapan paginya. Sudah lama sekali kancil menuggu ternyata pak tani tetap di ladang "tumben nih pak tani di ladang betah amat .." sikancil bergerutu dalam hati. 

Setelah luama buanget si kancil menunggu paktani pergi, ternyata tetap pak tani tidak pergi-pergi (penulis: "yo mesti gak pergi-pergi lha itu boneka sawah kok ... !!!") si kancil tidak tahan lagi dan sikancilpun bertanya untuk pergi keladang "ah ... masa bodoh berlalu pak tani gak pergi-pergi, mati mati aku datangi saja pak tani sekalian meminta maaf ... siapa tahu nanti meminta maaf aku di kasih mentimun satu ladang ini hahahaha ..." kancil sedang berhayal rupanya.

Kancil mulai berjalan dan memutar boneka pak tani, kancil mengundang pak tani dengan suara yang keras "pak tani ...." kancil bengong, "pak tani kok diam saja ya ... apa pak tani marah dengan aku yang baru saja dilihat sudah ketimunnya. "di panggil lagi sama kancil" pak tani ... "kancil bengong lagi" wah iya .. aku langsung minta maaf sama saja pak tani "kancil ber suara dalam hati. akhirnya kancil minta maaf pada pak tani "pak tani .. aku minta maaf sudah disetujui dan merusak tanaman pak tani," si kancil bengong lagi .. dalam hati berkata " pak tani kok diam saja ya ...""anggapan kancil pak tani sudah memaafkan perbuatannya itu, akhirnya kancil bertanya pada pak tani" pak tani aku boleh ya mengambilnya lagi dari tadi belum makan .. "kancil bengong lagi dan katakan dalam hati" pak tani kok diam ya ... brarti pak tani mengizinkan makan tanamannya tak makan "dan si kancil menoleh kanan kiri dan akhirnya melihat mentimun dan berkata lagi dalam hati" wah ternyata pak tani sudah memaafkan, buktinya aku sudah di siapkan makanan yang segar untuk aku makan ... wah ... cocok sekali dengan hayalanku .. "

Tak lama kemudian perut si kancil makin lama makin keroncongan, dengan gembiran dan tidak sabar kancil pun langsung menuju kebalikan mentimun dan buah-buah segar, oh .. ternyata si kancil tidak tahu mau jebakan itu. 

dengan tergesah-gesah kancil datang ke jebakan pak tani, karena tidak hati-hati si kancil melewati tali jebakan jadi si kancil masuk menuju kurungan perangkap pak tani.

(Ternyata semua yang berhasil dengan yang orang lain belum tentu akan terus berjalan dengan, sesekali pasti akan gagal)

"Tolong ... tolong ... tolong ..." kancil terus ter minta tolong, tak ada yang bisa menolong kancil. sesampai sore pak pak tani datang untuk melihat jebakannya. ternyata pak tani berhasil. dengan wajah yang kesal "oh .. ini ternyata yang rusak tanamanku dan dibatalkan mentimunku, baiklah nanti malam kamu akan ku jadikan menu makan malam yang lezat" kancil pun takut dan berteriak "ampun ... ampun ... ampun ... aku tolong di jadikan menu makan malam mu pak tani .. kasihani aku .. aku di sini hanya sebatang kara ... "sikancilpun akhirnya menyesali tindakannya itu dan dia mulai jera dengan melakukannya, pak tani bebas melihat langsung pergi langsung membawa si kancil.

Setelah sesampai dirumah pak tani istirahat. pada saat istirahat sikancil ditaruh di dekat anjing milik pak tani. kancil merasa takut dan resah karena dia akan tamat pendapatnya dengan menu makan malam pak tani. akhirnya kancil berfikir dan mngotak atik pikiran "Bagaimana kamu bisa keluar dari kurungan ini?" 

Tak lama berselang kemudian kancil melihat anjing milik pak tani sedang berjalan-jalan di sekitar rumah pak tani dan membuka anjing itu oleh kancil "celaka .. anjing .." si anjing berhenti berjalan dan mejawab "Heh .. kamu siapa? Aku kok baru melihatmu di sini? " 

jawab kancil "aku kancil ... aku memang baru datang ke sini" 

anjing bertanya lagi "ada apa kamu sekarang?" 

kancil menjawab "hei .. anjing ayo kesini pelan-pelan jangan keras-keras bicaranya" 

anjing akhirnya datangi si kancil "ada apa cil?" 

si kancil mejawab "begini critanya .. nanti malam ada acara yang hebat njing .." 

anjing berkata "acara hebat bagaimana?" 

sikancil berbicara "lho .. apa kamu tidak tahu? nanti malam aku akan di ajak pak tani untuk memulai sebuah pesta yang meriah, tapi aku tidak mau sebenarnya, jika kamu mau aku bisa melihat pada pak tani agar kamu yang aku mau aku akan mintamu Meminta rumah, bagaimana menurutmu? "

si anjing berfikir dan berkata "ah .. kamu pasti bohong, lama-umur aku di sini aku tidak pernah diajak pak tani pergi ke pesta tp kamu baru disini saja sudah diajak pergi ke pesta"

si kancil "lha .. lalu dari itu mumpung aku tidak mau kamu gantikan saja aku, nanti aku akan melihat sama pak tani, aku kan teman dekat pak tani"

akhirnya si anjing termakan bujuk rayu kancil
kata si anjing "baiklah .. tapi bagaimana menggunakan cil ..."

si kancil "begini kamu buka pintu krungan dari depan dan kurungan akan terbuka, saat terbuka aku akan keluar dan aku segera masuk dalam kurungan ini"

si anjing "ok .. aku paham cil maksudmu, mari kita lakukan .."

akhirnya anjing melakukan intrupsi dari kancil dan akhirnya kurungan terbuka dan segera sikancil keluar dan si anjing 

si kancil "ok .. bagus banget ini, oh ya anjing, kamu tunggu lagi disini ya? aku akan pergi menemui pak tani dan akan aku lihat kamu kamu siapkan aku"

anjing "ok cil .. jagan lama-lama soalnya aku sudah tidak sabar lagi untuk pergike pesta"

si kancil "iya .. nyante saja .."

akhirnya kancil pergi meninggalkan anjing dalam kurungan dan tidak kembali lagi, dengan kejadian itu kancil sadar semua yang bukan miliknya tidak berhak dia berhak, jika dipaksakan akan mendapat persetujuan yang setimpal.
Share:

83

Dikisahkan pada suatu hari si kancil sedang berjalan-jalan dipinggir hutan, karena merasa haus akhirnya si kancil pergi menuju sungai untuk minum. Ketika si kancil sedang asyik minum, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara rintihan kesakitan. Si kancil pun mencari arah dari mana suara itu berasal. Ternyata suara itu adalah suara pak kerbau yang sedang merasa kesakitan. Si kancil melihat kaki pak kerbau sedang di gigit oleh si buaya, si kancil pun mencoba mendekati untuk mencari tahu masalah apa yang terjadi diantara mereka. "Selamat pagi pak kerbau! Selamat pagi pak buaya! Kalian sedang bermain apa? Apa aku boleh ikut!" Sapa si kancil berlagak bodoh. "Selamat pagi juga, cil..." jawab si buaya. "Yah, selamat pagi juga cil...! Kami sedang tidak bermain, tapi si buaya ingin memakanku, cil ! Padahal aku telah menolongnya, tapi dia malah ingin memakanku...Malang benar nasib ku, cil !" jawab pak kerbau dengan lemas menahan sakit. Tungu...tunggu....Aku tidak mengerti. Bisa kalian ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Siapa tahu aku bisa membantu menyelesaikan masalah kalian berdua" kata si kancil. Kemudian pak kerbau pun bercerita : "Pada waktu saya ke sungai untuk minum, saya melihat pak buaya yang sedang kesakitan. Dia tertimpa oleh sebatang pohon yang tumbang, sehingga dia terjebak dan tidak bisa melepaskan diri. Karena kasihan, saya pun berusaha menolongnya. Dengan menggunakan tanduk, saya berusaha mendorong kayu itu sehingga dia dapat terlepas. Namun setelah bebas, dia langsung menggigit kakiku dan berniat memakanku". Si kancil manggut-manggut mendengar cerita pak kerbau yang malang itu, otaknya berpikir agar bisa membantu pak kerbau dari gigitan si buaya jahat itu. "Hmm....jadi cerita begitu. Apakah cerita itu benar pak buaya?" tanya si kancil pada si buaya. "Benar itu, cil...! Tapi aku juga tidak bisa disalahkan. Aku sudah terjebak selama tiga hari dan tidak makan apa-apa, aku sangat lapar. Bukankah menolong itu harus tuntas? Tidak boleh setengah-setengah? Karena aku sangat lapar, makanya dia harus mau aku makan" kata si buaya berusaha membenarkan tindakannya. "Wah...benar katamu pak buaya! Berarti kamu tidak salah jika ingin memakan pak kerbau, soalnya menolong itu memang harus sampai tuntas" kata si kancil. Pak kerbau pun langsung lemas mendengar jawaban si kancil yang membela si buaya, padahal dia berharap keadilan dan dia berharap si kancil mau membelanya agar bisa terlepas dari gigitan si buaya. Sedangkan si buaya sangat senang karena merasa dibela, hatinya sangat senang karena sekarang tidak ada lagi yang akan mencegahnya untuk memakan pak kerbau. "Tapi aku belum yakin kalau hanya lewat cerita saja. Untuk lebih meyakinkan bahwa pak buaya yang benar, maka kita harus melakukan reka adegan" kata si kancil memulai strateginya untuk menolong pak kerbau. "Maksudmu bagaimana, cil...?" tanya si buaya. "Begini pak buaya, kita harus mengulang kejadian pada saat pak kerbau menolongmu. Semua di ulang dari awal kejadian ketika kamu tertimpa pohon dan pak kerbau datang untuk menolongmu" kata si kancil menjelaskan. "Maksudmu...Aku harus melepaskan gigitanku dulu dan aku kembali di timpa dengan pohon? Wah...aku tidak mau...! Nanti si kerbau malah melarikan diri" kata si buaya keberatan. "Jangan khawatir pak buaya, aku akan menjaganya! Kan aku ada di pihakmu. Lagi pula, dengan kaki yang terluka mana mungkin dia bisa lari" kata si kancil berusaha meyakinkan si buaya. "Hmm....baiklah kalau begitu, aku setuju. Tapi kamu harus benar-benar menjaganya agar dia tidak melarikan diri" kata si buaya. "Beres....serahkan saja semua padaku. Lari ku kan lebih cepat daripada pak kerbau. Bagaimana denganmu pak kerbau? Apa kamu juga setuju dan berjanji tidak akan melarikan diri?" kata si kancil. Pak kerbau hanya mengangguk lemah, dia sudah pasrah dengan nasib yang akan menimpanya. Dia hanya bisa sabar dan hatinya tidak henti-hentinya berdoa agar Yang Maha Kuasa memberinya keadilan. Maka, reka adegan pun dimulai. Si buaya kembali ke tempat dia tertimpa pohon, dan pak kerbau kembali mendorong pohon itu untuk menindih tubuh si buaya seperti semula. "Nah, pak kerbau...! Sekarang pak buaya sudah tertindih pohon. Apakah kamu masih mau menolongnya, sedangkan kamu sudah mengetahui apa yang akan terjadi nanti?" tanya si kancil kepada pak kerbau. Pak kerbau baru tersadar dengan apa yang dilakukan si kancil, ternyata si kancil telah berusaha untuk menolongnya dari gigitan si buaya jahat. "Tidak...! Saya tidak akan menolongnya....! Karena saya tidak mau menjadi santapannya...!" jawab pak kerbau dengan tegas. "Baiklah...! Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini" ajak si kancil pada pak kerbau. Si buaya pun akhirnya sadar bahwa ia telah ditipu si kancil, kini ia menyadari bahwa dirinya telah salah. Dia berteriak meminta maaf dan meminta tolong agar pak kerbau mau menolongnya. Pesan moral : "Kita harus berterimakasih dan tahu balas budi pada orang yang telah menolong kita, janganlah kebaikan seseorang kita balas dengan kejahatan". Disalin dari: http://kumbercer.blogspot.com/2016/07/cerita-si-kancil-kerbau-dan-si-buaya.html?m=1
Disalin dari kumbercer.blogspot.com.
Share:

82

Pada suatu hari, terjadilah kelaparan di sebuah pulau yang penduduknya kebanyakan di huni oleh para Harimau. Mereka sangat kelaparan, karena semakin hari tidak ada hewan yang dapat mereka mangsa. Akhirnya, Raja Harimau mengutus Panglima dan para Prajuritnya untuk pergi ke pulau kecil di sebrang dan kembali dengan membawa banyak makanan.
Perjalanan ke pulau kecil di sebrang cukup jauh. Akhirnya, mereka pun sampai di tempat tujuan. Di sana mereka sangat takjub dengan melihat keindahan alam pulang kecil tersebut. Namun, setibanya mereka disana. Mereka hanya melihat seekor Kancil kecil di tepi pantai. Kancil pun segera berlari. Namun, ia terlambat. Ia sudah di kepung oleh para Harimau.
‘’ Hei Kancil! Di mana Rajamu? Kami datang untuk meminta makanan. Jika kalian menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan lihatlah, kami membawa potongan kumis raja kami.’’ Kata prajurit Harimau dan menunjukkan kumis rajanya.
‘’ Kumis ini besar sekali. Pasti raja Harimau sangat besar dan kuat. Aku akan membawa kumis raja Harimau dan menunjukkannya kepada raja kami.’’ Kata Kancil.
Cerita Dongeng Si Kancil dan Harimau
Cerita Dongeng Si Kancil dan Harimau
Sebenarnya, Kancil sangat kebingungan karena di pulau kecil tersebut tidak terdapat seorang Raja. Pada saat itu, Kancil melihat sahabatnya seekor Landak yang sangat besar. Ia pun langsung menemukan sebuah ide.
‘’ Hei sahabatku. Kemarilah, aku sangat membutuhkan bantuanmu!’’ kata Kancil.
‘’ Hah? Bantuanku? Buat apa Cil?’’ Tanya Landak.
‘’ Untuk keselamatan semua hewan di pulau ini.’’ Jawab Kancil.
Akhirnya, Landak pun mencabut durinya yang paling besar, rajam dan panjang. Setelah mendapatkan duri tersebut. Kancil langsung berlari membawa duri Landak dan menyerahkan kepada para Harimau. Kancil pun mencari di mana para Harimau itu. Akhirnya, Kancil berhasil menemukan mereka di tepi pantai. Mereka tertidur sangat pulas. Kancil pun membangunkan panglima Harimau.
‘’ Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya. Raja kami pun mengirimkan kumisnya.’’ Kata Kancil tegas. Ia pun langsung menyerahkan kumis Landak kepada para Harimau.
‘’ Ini kumis raja mu?’’ Tanya panglima Harimau.
‘’ Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami pun menerima tantangan dari raja kalian.’’ Kata Kancil.
Para Harimau pun sangat terkejut melihat kumis raja pulau kecil yang besar dan tajam.
‘’ Kumis raja Kancil sangat besar. Sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya.’’ Bisik panglima Harimau kepada para prajuritnya.
‘’ Lalu bagaimana?” Tanya salah satu Harimau.
‘’ Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini.’’ Jawab panglima Harimau.
Akhirnya, para Harimau pergi meninggalkan pulau kecil tersebut. mereka pun melanjutkan perjalanan ke pulau lainnya untuk mencari makanan.
Sejak saat itu, tidak ada satu Harimau pun yang berani datang ke pulau kecil. Semua itu berkat kecerdikan Kancil dan kecerdikkannya.

Share: